suasana-demo-kenaikan-harga-bbm-blitar

Blitar: Penolakan sikap terhadap kenaikan bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi terus disuarakan. Aksi mahasiswa di Blitar, Jawa Timur, Kamis (15/3), diisi dengan menyandera mobil tanki BBM. Mereka juga membakar spanduk.

Aksi dilakukan mahasiswa setelah mahasiswa tak bisa masuk ke gedung DPRD Blitar untuk menemui anggota Dewan. Sempat terjadi saling dorong dengan aparat kepolisian setempat.

Ribuan Warga Berdemo Tolak Kenaikan BBM

Mahatir Muhammad, satu diantara koordinator lapangan aksi demo mahasiswa menyatakan, Aliansi Mahasiswa Blitar Bersatu yang terdiri dari GMNI, LMND, BEM UIB, STIT Almuslihun, STKIP PGRI dan STIEKEN menolak kenaikan harga BBM.  Mereka juga menuntut, untuk menasionalisasikan kilang minyak asing, mengurangi APBN untuk birokrasi yang membebani dan mengalokasikan lebih banyak untuk kesejahteraan hajat hidup orang banyak.

Ribuan Warga Berdemo Tolak Kenaikan BBMTidak hanya mahasiswa yang melakukan demo. Ribuan simpatisan kader PDI Perjuangan sebagai partai oposisi juga menolak kenaikan BBM. Sugeng Praptono, wakil ketua DPC PDI Perjuangan kota Blitar mengatakan, kenaikan harga BBM ini wujud ketidakberhasilan pemerintah mengelola ekonomi negara. Jika harga BBM tetap dinaikan, dia meminta agar SPBU Budiono lengser dari jabatannya.

“Jika ada kenaikan harga BBM berarti pemerintah gagal dalam mengelola ekonomi negara. Jika memang BBM tetap dinaikkan, berarti SPBU Budiono harus lengser dari jabatannya”, jelas Sugeng.

Polres Blitar Siagakan Anggota di SPBU

demo-kenaikan-harga-bbm-blitarAksi demo penolakan kenaikan BBM yang akan dilakukan serentak hari Selasa (27/3), membuat Polres Blitar maupun Polres Blitar Kota berusaha menyiagakan seluruh anggotanya. Selain menyiagakan di tempat-tempat vital, penyiagaan anggota di seluruh SPBU di Blitar menjadi agenda utama.

“Kita sudah memperhitungkan kekuatan dalam penanganan unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM, yang penting tidak ada gejolak,” tegas Kapolres Blitar AKBP Arif Marwan SIk, melalui Kabag Humas Polres Blitar AKP Wisnu Wardhana.

Sementara untuk Polres Blitar Kota, tidak jauh beda dengan Polres Blitar dalam melaksanakan pengamanan unjuk lebih menekankan pada tindakan persuasif. “Semua unjuk rasa akan kita kelola dengan baik dan dijaga. Yang penting tidak melakukan tindakan anarkis,” kata Kompol Slamet Riyadi SH, Kabag Ops. Polres Blitar Kota.

Rumah Ibunda SBY di Demo

Rumah ibunda Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jalan Bali, Kota Blitar, Jawa Timur, menjadi sasaran unjuk rasa massa yang menolak rencana kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2012, Selasa (27/3).

Massa dari mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Blitar itu bergerak maju ke rumah ibunda SBY. Mereka sempat menggelar orasi menolak kenaikan harga BBM. Mereka juga sempat memblokir jalan, membuat arus lalu lintas menjadi macet.

Koordinator aksi, Yahya, mengatakan rencana kenaikan BBM itu akan memberatkan rakyat. Harga bahan pokok dipastikan naik, sebagai dampak semakin mahalnya harga BBM itu.

“Bahan pokok akan semakin mahal dan sulit terjangkau rakyat kecil. Bahkan, pajak pun tentunya akan naik jika harga BBM akan dinaikkan,” katanya.

Mahasiswa itu, dalam unjuk rasanya membawa sejumlah poster yang isinya kecaman kebijakan pemerintahan SBY. Mahasiswa meminta, agar rencana itu dibatalkan agar tidak melukai hati rakyat.

Mahasiswa sempat hendak menyegel rumah ibunda SBY tersebut, sebagai penolakan atas kebijakan rencana menaikkan harga BBM. Namun, aksi ini dihalangi petugas.

Mereka sempat melakukan dialog untuk diperbolehkan menyegel rumah itu, namun petugas tetap tidak bergeming dan tetap meminta mahasiswa tidak melakukan penyegelan, karena dinilai mengganggu privasi orang lain.

Sempat terjadi adu mulut dan kericuhan saat mahasiswa tidak diperbolehkan melakukan penyegelan tersebut. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Mereka akhirnya hanya melakukan shalat ghaib dan tabur bunga di tengah jalan, sebagai simbol matinya demokrasi.

Pendemo gagal segel rumah orangtua SBY di Blitar

Sindonews.com – Unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diwarnai aksi saling dorong antara ratusan aktivis aliansi mahasiswa Blitar dengan aparat kepolisian di rumah orangtua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Polisi yang membentuk barisan pagar betis mati-matian menghalangi langkah mahasiswa yang hendak menyegel rumah orangtua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jalan Bali Nomor 30 Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Meski tidak berpenghuni, polisi tetap bertanggungjawab menjaga rumah yang pernah menjadi tempat tinggal Habibah Soekotjo, Ibunda Presiden SBY.

“Kalian boleh corat-coret di atas aspal. Namun jangan menyentuh rumah ini. Lagian juga tidak berpenghuni,“ ujar Juru bicara Polres Kota Blitar Komisaris Polisi Djufri mengatakan kepada mahasiswa, Selasa (27/3/2012).

Pemda Blitar sepakat tolak kenaikan BBM

Sindonews.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Blitar, baik eksekutif maupun legislatif sepakat untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Wakil Bupati Blitar Rijanto dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar Guntur Wahono menyatakan menolak kenaikan harga BBM 1 April mendatang.

Di hadapan ribuan massa yang mengepung kantor DPRD Kabupaten Blitar, Rijanto berjanji akan menyampaikan pernyataan sikapnya kepada pemerintah pusat. “Ini sikap warga Blitar Raya. Kita tolak kenaikan BBM,” ujarnya dalam orasi, Selasa (27/3/2012).

Massa datang dengan mengendarai lebih dari 50 truk. Selain mayoritas berasal dari kader PDI Perjuangan, massa juga datang dari unsur aktivis mahasiswa.

Jalan protokol A Yani Kota Blitar lumpuh total. Seluruh ruas jalan dipenuhi lautan merah massa Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Selain truk, ratusan sepeda motor dan becak ikut membanjir gedung DPRD Blitar.

“Revolusi nasional harus kita ledakkan. Kita mulai dari Blitar. Turunkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekarang juga. Kondisi ekonomi rakyat semakin terjepit, sementara para koruptor berkeliaran bebas,” ujar para pendemo.

Komentar
  1. Alya mengatakan:

    pak Sby sedih karena rakyat nya yang demo. lalu iya pun bernyanyi:

    Kau yang telah memilih aku
    Kau juga yang sakiti aku
    Kau putar cerita
    Sehingga aku yang salah

    lalu rakyat menjawab:
    Tak pernahkah kau sadari
    aku lah yang kau sakiti
    engkau pergi dengan janjimu
    yang telah kau ingkari
    Oh bapak tolonglah aku
    turunkan harga bbm
    aku pun ingin bahagia
    seperti para DPR
    HEHEHE😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s